
keinginannya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan melalui investasi di berbagai daerah, termasuk Majalengka.
“Kami ingin berinvestasi di Kertajati. Ini bukan soal kamu atau kami, tapi ini bangsa kita, suku kita. Kita harus membangun bersama,” tambahnya.
Lebih jauh, Syawali menyinggung kondisi sosial masyarakat yang masih memprihatinkan di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia. Ia mengaku prihatin melihat masih ada masyarakat yang harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup.
“Saya pernah lihat jam 4 pagi, ada ibu-ibu bawa karung untuk memulung. Negara kita kaya, tapi masih ada yang seperti itu. Bukan untuk merendahkan, tapi ini harus kita angkat dan bantu,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama dan harus ditangani dengan pengelolaan sumber daya yang lebih baik serta kepemimpinan yang tepat.
“Kalau negara ini dikelola dengan baik, kita tidak perlu kesulitan. Pembinaan harus benar. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, bersama para menteri dan kepala daerah, bangsa ini bisa semakin maju,” katanya.
Acara peringatan Hari Jadi Bone ke-696 ini turut dihadiri Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bone, diaspora Bone, pengusaha asal Singapura Dato’ Andi Ahmad Said, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) Andi Mulyati Panrangi SE , pembina AJB Andi urpia santi serta sejumlah tokoh masyarakat Bone lainnya
Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah dan bangsa menuju masa depan yang lebih sejahtera. ( mursito )




